Hosting Unlimited Indonesia
hosting indonesia
Lazada Indonesia
Facebook

Kamera Nokia 8 Dinilai Tak Lebih Bagus dari Kamera Meizu dan Lava, Benarkah?

Kamera Nokia 8 Dinilai Tak Lebih Bagus dari Kamera Meizu dan Lava, Benarkah?

Nokia 8 terbaru
Copyright ©NDTV Gadgets

Nokia 8 terbaru
Copyright ©NDTV Gadgets

Dual Kamera Nokia 8 Mendapatkan Skor Rendah di Uji DxOMark!

OKETEKNO.COM – Smartphone Android Nokia 8 akhirnya resmi dirilis sebagai Nokia Android pertama dengan dual kamera belakang. Usut punya usut sistem kamera yang diusung pada smartphone ini mirip dengan flagship Huawei Mate 10 Pro. Namun nyatanya saat mendapatkan pengujian dari DxOmark hasil keduanya terpaut angat jauh. Bahka kabar yang meredar menyebutkan kamera ganda ponsel ini tak lebih bagus dari kamera ponsel merk Meizu, Gionee hingga Lava, benarkah?

Untuk diketahui Huawei Mate 10 Pro didukung sensor monokrom dan warna domana saat dilakukan uji DxOMark mampu memperoleh skor 97 yang cukup tinggi. Skor tersebut membuat smartphone Negeri Tirai Bambu ini berada di peringkat kedua dibawah Google Pixel 2. Namun berbeda dengan Nokia 8 yang menggunakan lensa Zeiss dalam racikan yang memperoleh nilai rendah dalam uji DxOMark.

Baca Juga Nokia 8 Resmi Dapatkan Update Android Oreo, Berikut Perubahan yang Dibawa

Seperti yang kita ketahui bersama Nokia 8 hadir dengan pengaturan kamera ganda lensa Zeiss di panel belakang dengan sensor 13 MP RGB bukaan lensa f/2.0 dan 13 MP Monochrome bukaan lensa f/2.0.  Kamera belakangnya juga dibekali Dual LED Flash, PDAF Sensor, Laser Autofocus dan kemampuan merekam video berkualitas 4K pada kecepatan 30fps dengan fitur OIS (Optical Image Stabilization). Sekilas fitur tersebut memang cukup lengkap dan mumpuni, namun apa yang membuat kamera ponsel ini memiliki nilai rendah?

Skor Nokia 8 uji DxOMark
Copyright ©DxOMark via GizChina

Menurut hasil DxOMark, Nokia 8 hanya mampu memperoleh skor 72 ketika mampu membidik gambar bagus dalam eksposur yang baik dan juga white balance akurat pada beberapa kondisi. Rentang dinamis cukup baik hanya saja saat mode Auto HDR diaktifkan. Gambar yang dibidik smartphone ini memiliki sejumlah tingkat kejenuhan dan warna shading. Ditemukan inkonsistensi dalam rendering warna saat pencahayaan redup. Selain itu terdapat noise yang cukup terlihat meskipun dalam kondisi pencahayaan terang.

Sementara itu sistem autofocus yang meliputi deteksi kontras, detekso face dan laser mampu bekerja akurat dalam berbagai kondisi, hanya saha bekerja cukup buruk saat dalam kondisi minim pencahayaan. Sementara fitur Zoom digital juga bekerja dengan baik hingga 2x zoom. Kemampuan dual kamera Nokia 8 dalam menghasilkan foto dengan efek Bokeh juga cukup mengesankan.

Baca Juga Hore! Nokia 8 Telah Penuhi TKDN, Segera Melenggang di Pasar Indonesia

Untuk kemampuan perekaman video, perangkat yang dibekali chip Snapdragon 835 ini hanya mampu memperoleh nilai 62 di DxOMark. Saat digunakan merekam video di malam hari, Nokia 8 dinilai gagal dalam menghasilkan autofocus. Hasil perekaman video hanya merekam video dengan sedikit saja rincian dan bahkan fitur OIS pun gagal membuat hasil video stabil. Smartphone dengan layar QHD ini hanya mumpuni digunakan merekam video di luar ruangan dan dalam kondisi pencahayaan terang.

Copyright ©phone arena

Sementara itu nilai keseluruhan yang didapat dari uji DxOMark untuk Nokia 8 adalah 68. Skor tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan smartphone keluaran lawas yakni iPhone 6 dan Samsung Galaxy S6 Edge. Bahkan nilai kamera yang diperoleh smartphonne ini tidak lebih bagus dari beberapa smartphone besutan vendor China sebut sata Meizu Pro 7 Plus dan Lava Z25.

Hingga saat ini kemampuan kamera terbaik dari hasil uji DxOMark masih dipegang flagship Google Pixel 2 dengan skor nilai 98. Di peringkat kedua ada iPhone X dan Huawei Mate 10 Pro yang sama-sama mendapatkan nilai 97. Sayangnya skor nilai Nokia 8 yang hanya 68 terpaut cukup jauh dari beberapa smartphone premium tersebut.

Baca Juga Smartphone Nokia 2 Mulai Dijual di Indonesia, Ini Harga Resminya!

Sumber Oke tekno


Leave a Reply